Mengenal Pattern Double Top dan Double Bottom Chart Pattern dalam Saham

Saham2 Views

Dalam dunia investasi dan trading saham, ada berbagai teknik dan alat bantu yang digunakan para pelaku pasar untuk membantu memprediksi pergerakan harga saham. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah analisis teknikal, yang fokus pada penelitian pergerakan harga historis dengan tujuan memprediksi pergerakan harga di masa depan.

Dalam analisis teknikal, salah satu konsep penting yang sering digunakan adalah pola chart atau chart pattern. Dua pola chart yang populer dan sering digunakan adalah Double Top dan Double Bottom.

Double Top

Double Top adalah pola chart yang terbentuk ketika harga saham mencapai dua titik puncak (top) pada level harga yang sama atau hampir sama, dengan sedikit penurunan di antara kedua puncak tersebut. Pola ini biasanya terbentuk dalam tren naik dan menandakan bahwa tren naik mungkin akan berakhir dan berubah menjadi tren turun.

Pola Double Top terbentuk ketika ada penolakan harga pada level tertentu. Setelah mencapai puncak pertama, harga saham cenderung turun karena adanya penjualan dari investor yang mengambil untung. Setelah itu, harga saham akan mencoba naik lagi dan mencapai level puncak kedua yang sama dengan puncak pertama. Jika harga tidak mampu menembus level puncak tersebut dan kembali turun, maka terbentuklah pola Double Top.

Pola Double Top biasanya dianggap konfirmasi jika harga saham menembus level support (terendah) yang terbentuk selama penurunan harga antara dua puncak. Penurunan harga setelah menembus level support ini biasanya cukup signifikan dan menjadi sinyal bagi trader untuk menjual saham.

Double Bottom

Sementara itu, Double Bottom adalah kebalikan dari Double Top. Pola ini terbentuk ketika harga saham mencapai dua titik terendah (bottom) pada level harga yang sama atau hampir sama, dengan sedikit kenaikan di antara kedua titik terendah tersebut. Pola ini biasanya terbentuk dalam tren turun dan menandakan bahwa tren turun mungkin akan berakhir dan berubah menjadi tren naik.

Pola Double Bottom terbentuk ketika ada penolakan harga pada level tertentu. Setelah mencapai titik terendah pertama, harga saham cenderung naik karena adanya pembelian dari investor yang mencari harga murah. Setelah itu, harga saham akan mencoba turun lagi dan mencapai level terendah kedua yang sama dengan titik terendah pertama. Jika harga tidak mampu menembus level terendah tersebut dan kembali naik, maka terbentuklah pola Double Bottom.

Pola Double Bottom biasanya dianggap konfirmasi jika harga saham menembus level resistance (tertinggi) yang terbentuk selama kenaikan harga antara dua titik terendah. Kenaikan harga setelah menembus level resistance ini biasanya cukup signifikan dan menjadi sinyal bagi trader untuk membeli saham.

Kesimpulan

Pola Double Top dan Double Bottom adalah dua pola chart yang cukup populer dalam analisis teknikal. Meskipun tidak selalu 100% akurat, pola-pola ini sering digunakan sebagai panduan dalam membuat keputusan trading. Seorang trader yang mahir dalam mengidentifikasi dan menggunakan pola-pola ini dapat meningkatkan peluang suksesnya dalam trading saham.

Sebagai catatan terakhir, ingatlah bahwa trading saham selalu melibatkan risiko. Selalu pastikan untuk melakukan penelitian yang memadai dan memahami sepenuhnya risiko yang terlibat sebelum Anda memulai trading.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *