Mengenal Kebijakan Diskonto: Pengertian, Contoh, dan Dampak dan Manfaatnya

Dalam dunia keuangan, terdapat berbagai instrumen kebijakan moneter yang digunakan oleh bank sentral untuk mengendalikan suplai uang di pasar dan mengatur suku bunga. Salah satu instrumen tersebut adalah kebijakan diskonto.

Kebijakan diskonto digunakan oleh bank sentral untuk memberikan pinjaman jangka pendek kepada bank-bank komersial dengan suku bunga yang ditentukan oleh bank sentral itu sendiri.

Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dalam tentang kebijakan diskonto, bagaimana cara kerjanya, contoh penerapannya, serta dampak dan manfaatnya bagi perekonomian.

1. Pengertian Kebijakan Diskonto

Kebijakan diskonto adalah kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral dengan memberikan pinjaman jangka pendek kepada bank-bank komersial dengan suku bunga yang lebih tinggi daripada suku bunga pasar. Tujuan dari kebijakan diskonto adalah untuk mengendalikan likuiditas dan mengatur suku bunga di pasar.

Dalam konteks kebijakan diskonto, bank sentral berperan sebagai pemberi pinjaman dan bank-bank komersial sebagai penerima pinjaman.

Dalam memberikan pinjaman, bank sentral memberikan instrumen kebijakan moneter berupa uang tunai kepada bank komersial dengan jangka waktu yang singkat, biasanya overnight. Suku bunga yang dikenakan pada pinjaman tersebut disebut dengan suku bunga diskonto.

2. Cara Kerja Kebijakan Diskonto

Kebijakan diskonto bekerja dengan cara bank sentral memberikan pinjaman kepada bank komersial pada suku bunga yang sudah ditentukan sebelumnya. Bank komersial dapat memanfaatkan pinjaman tersebut untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya atau untuk meminjamkan kembali kepada nasabahnya dengan suku bunga yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, bank sentral menetapkan suku bunga diskonto sebesar 5% per tahun. Jika bank komersial meminjam uang sebesar 100 juta rupiah dari bank sentral, maka bank komersial harus membayar bunga sebesar 5 juta rupiah per tahun kepada bank sentral.

Bank komersial dapat memanfaatkan pinjaman tersebut untuk memberikan kredit kepada nasabah dengan suku bunga yang lebih tinggi, misalnya 10% per tahun.

3. Contoh Penerapan Kebijakan Diskonto

Contoh penerapan kebijakan diskonto dapat dilihat dari praktik bank sentral di berbagai negara. Salah satu contohnya adalah Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat. The Fed memberikan pinjaman jangka pendek kepada bank-bank komersial dengan suku bunga diskonto yang ditentukan oleh The Fed.

Selain itu, Bank Sentral Eropa (ECB) juga menerapkan kebijakan diskonto dengan memberikan pinjaman jangka pendek kepada bank-bank komersial di negara-negara anggota eurozone. ECB menetapkan suku bunga diskonto untuk setiap negara anggota sesuai dengan kondisi ekonomi masing-masing.

4. Dampak Kebijakan Diskonto

Kebijakan diskonto memiliki dampak yang signifikan terhadap likuiditas pasar dan suku bunga di pasar. Dampak utama dari kebijakan diskonto adalah sebagai berikut:

a. Pengendalian Likuiditas

Kebijakan diskonto dapat digunakan oleh bank sentral untuk mengendalikan likuiditas di pasar. Dengan memberikan pinjaman kepada bank komersial, bank sentral dapat meningkatkan atau menurunkan jumlah uang yang beredar di pasar.

Jika bank sentral ingin mengurangi likuiditas, mereka dapat menaikkan suku bunga diskonto sehingga bank komersial akan enggan meminjam uang dari bank sentral.

b. Pengaturan Suku Bunga

Kebijakan diskonto juga dapat digunakan oleh bank sentral untuk mengatur suku bunga di pasar. Dengan menetapkan suku bunga diskonto yang lebih tinggi daripada suku bunga pasar, bank sentral dapat mendorong bank komersial untuk menaikkan suku bunga pinjaman kepada nasabahnya. Hal ini akan berdampak pada peningkatan suku bunga di pasar secara keseluruhan.

c. Pengaruh Terhadap Kredit dan Investasi

Kebijakan diskonto juga memiliki pengaruh terhadap kredit dan investasi di pasar. Jika bank sentral menaikkan suku bunga diskonto, bank komersial akan cenderung menaikkan suku bunga pinjaman kepada nasabahnya.

Hal ini akan membuat kredit menjadi lebih mahal dan mengurangi minat untuk melakukan investasi. Sebaliknya, jika bank sentral menurunkan suku bunga diskonto, kredit menjadi lebih murah dan mendorong aktivitas investasi.

5. Manfaat Kebijakan Diskonto

Kebijakan diskonto memiliki beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh perekonomian suatu negara. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

a. Stabilitas Pasar Keuangan

Dengan mengendalikan likuiditas dan mengatur suku bunga di pasar, kebijakan diskonto dapat memberikan stabilitas pada pasar keuangan. Likuiditas yang terjaga dan suku bunga yang terkendali dapat mencegah terjadinya fluktuasi yang berlebihan pada pasar keuangan.

b. Pengendalian Inflasi

Kebijakan diskonto juga dapat membantu bank sentral dalam mengendalikan inflasi. Dengan menaikkan suku bunga diskonto, bank sentral dapat mengurangi jumlah uang yang beredar di pasar dan mencegah terjadinya inflasi yang berlebihan.

c. Stimulus Ekonomi

Kebijakan diskonto juga dapat digunakan sebagai stimulus ekonomi dalam situasi tertentu. Jika perekonomian mengalami perlambatan, bank sentral dapat menurunkan suku bunga diskonto untuk mendorong bank komersial untuk memberikan pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah kepada nasabahnya. Hal ini akan meningkatkan minat untuk melakukan investasi dan meningkatkan konsumsi masyarakat.

Kesimpulan

Kebijakan diskonto adalah kebijakan moneter yang digunakan oleh bank sentral untuk memberikan pinjaman jangka pendek kepada bank komersial dengan suku bunga yang lebih tinggi daripada suku bunga pasar. Kebijakan ini memiliki dampak yang signifikan terhadap likuiditas dan suku bunga di pasar.

Dengan mengendalikan likuiditas dan mengatur suku bunga, kebijakan diskonto dapat memberikan stabilitas pada pasar keuangan, membantu mengendalikan inflasi, dan menjadi stimulus ekonomi. Bank sentral di berbagai negara, seperti Federal Reserve di Amerika Serikat dan Bank Sentral Eropa, menerapkan kebijakan diskonto sebagai instrumen kebijakan moneter mereka.

FAQ

Apa perbedaan antara kebijakan diskonto dengan kebijakan suku bunga?

Kebijakan diskonto melibatkan pemberian pinjaman jangka pendek kepada bank komersial dengan suku bunga yang ditentukan oleh bank sentral, sedangkan kebijakan suku bunga melibatkan penentuan suku bunga yang berlaku di pasar oleh kekuatan permintaan dan penawaran.

Bagaimana kebijakan diskonto dapat mengendalikan likuiditas di pasar?

Kebijakan diskonto dapat mengendalikan likuiditas di pasar dengan memberikan pinjaman kepada bank komersial. Jika bank sentral ingin mengurangi likuiditas, mereka dapat menaikkan suku bunga diskonto sehingga bank komersial akan enggan meminjam uang dari bank sentral.

Apa saja manfaat dari kebijakan diskonto?

Manfaat dari kebijakan diskonto antara lain memberikan stabilitas pada pasar keuangan, membantu mengendalikan inflasi, dan menjadi stimulus ekonomi dalam situasi tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *