Modal Awal Usaha Warung Kelontong Grosir dan Ecer di Desa Beserta Keuntunganya


BelajarUsaha.com – Warung kelontong merupakan toko grosir dan eceran yang paling banyak di cari didesa. Biassanya menjual kebutuhan sehari hari seperti beras, minyak, bumbu dapur dll.

Mengingat kebutuhan warga desa yang tinggi, dengan membuka usaha warung kelontong dirasa cukup tepat, dikarenakan masyarakat akan membeli tidak cukup 1x dalam seminggu.

Dapat dipastikan masyarakat akan datang dan kembali lagi lebih dari 1x dalam seminggu, itupun juga tida membeli hanya satu produk saja, dilihat secara sederhana memang bisnis ini sangat menguntungkan.

Analisa Bisnis

Seperti pada umumunya analisa bisni memang wajib dilakukan, setidaknya mengetahu pasar dan tidak berjalan dengan mata tertutup ketika bisnis dijalankan.

Dalam kasus usaha warung kelontong tentu analisa yang bisa kitalakukan adalah melihat daya beli masyarakat, kebutuhan dan  persaingan bisnis. Apakah sudah ada belum warung yang sama di desa tersebut.

Misalnya ternyata sudah ada , kita perlu melakukan Diferensiasi mungkin dari sisi toko, pelayanan dan harga. Dengan melakukan Diferensiasi pembeli akan merasa nyaman dan terdapat pembeda dan bisa menentukan mana yang terbaik.

Baca Juga : Modal Awal Usaha Siomay Bandung dan Analisa Keuntungan Sederhana

Persiapan Usaha

Sebelum memulai usaha kelontong tentu kita perlu mempersiapkan rencana usaha terlebih dahulu, disamping itu kita juga wajib melebarkan sayap relasi.

Relasi sangat penting demi kelancaran usaha, seperti relasi antar distributor, dengan baiknya relasi antar distributor akan memudahkan jalanya usaha.

Selain itu juga persiapan perlu dilakukan dari menentukan tempat usaha, wajib melakukan survey dan menentukan keputusan dengan bijak.

Modal Usaha

Agar dapat menjalankan usaha tentu modal sangat dibutuhan, berikut ini adalah gambaran sederhana modal warung kelontong sehari hari dengan modal yang kecil.

Modal Peralatan

  • Rak toko : 7.500.000
  • Etalase : 4.000.000
  • Meja Kasir : 2.000.000
  • POS : 2.000.000
  • Keranjang : 1.000.000
  • Kulkas : 4.000.000
  • Lainya : 5.000.000
TOTAL : 25.500.000
Modal Bahan
  • Belanja awal kebutuhan perawatan : 5.000.000
  • Belanja awal kebutuhan pangan : 5.000.000
  • Belanja awal sandang : 2.000.000
  • Lainya : 3.000.000
TOTAL : 15.000.000

Jadi modal awal usaha kelontong grosir dan ecer di desa yaitu 25.500.000 + 15.500.000 = Rp 40.500.000. Tentu dengan modal yang cukup banyak perlu diperhatikan lebih detail. Akan tetapi jika sudah berjalan akan terasa ringan karena ada sales yang menitipkan daganganya, jadi kita tidak perlu keluar biaya.

Analisa Keuntungan

Sedikit analaisa sederhana keuntungan usaha kelontong, perlu dipahami bahwa usaha retail bukan seperti usaha daganglainya yang bisa mengambil margin 50% keatas.

Usaha retail lebih fokus pada jumlah transaksi, mengingat kebutuhan yang dibutuhkan merupakan kebutuhan sehari hari.

Keuntungan setiap produk yang dijual biasanya hanya berkisar 500 rupiah sampai 5000 saja. Namun jika dilihat berdasarkan transaksi, usaha warung kelontong sangat menguntungkan.

Contohnya orang datang ke toko dengan maksud membeli grosiran, orang tersebut membeli dengan jumlah 50 pcs dan rata rata keuntungan yang di dapat 500/pcs maka dari pembelanjaan tersebut akan mendapatkan keuntungan 500x50pcs adalah Rp 25.000.

Lalu jika dihitung 10x ada sehari pembeli seperti itu maka kita sudah mendapatkan 250.000 dalam sehari dan bisa dihitung Rp 7.000.000 lebih per bulanya.

Kesimpulan

Secara keseluruhan usaha kelontong merupakan usaha yang menjanjikan, namun usaha kelontong grosiran seperti ini perlu adanya manajemen yang baik, sebab retail usaha yang penuh kesabaran dan ketelitian.

Akan tetapi usaha ini ternyata mempunyai keuntungan yang cukup besar, apalagi jika ditambah dengan penjualan lainya yang tidak termasuk dalam daftar seperti titipan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *