Apa Itu Reseller? Apa Bedanya Dengan Dropship, Gini Perbedaan Reseller dan Dropship

Reseller
Reseller dan dropship mempunyai kemiripan akan tetapi berbeda sistemnya

BelajarUsaha.com – Pengertian reseller secara umum adalah seseorang atau perusahaan yang membeli barang-barang dari distributor dengan harga besar, lalu menjualnya kembali ke konsumen dengan harga lebih mahal untuk mendapatkan untung.

Menjadi reseller dapat menjadi salah satu usaha kecil yang menjanjikan dengan modal yang relatif kecil. Anda dapat memilih barang apa pun yang ingin Anda jual sebagai reseller, seperti produk elektronik, pakaian, aksesoris, makanan, hingga produk kecantikan.

Langkah-langkah untuk menjadi reseller antara lain:

1. Pilih produk yang akan dijual

2. Cari sumber produk (distributor atau supplier)

3. Buat brand image yang menarik untuk membangun kepercayaan konsumen

4. Promosikan produk ke konsumen melalui media sosial atau iklan

5. Jaga kualitas layanan pengiriman dan pelayanan purna jual

6. Optimalkan biaya operasional agar mendapat untung maksimal

Baca JugaMengenal Designhill Tempat Kerja Online di Bayar Mulai 100$

Apa Itu Dropship?

Pengertian dropship secara umum adalah suatu model bisnis penjualan di mana penjual tidak menyimpan barang-barang yang ia jual di gudangnya sendiri.
Penjual hanya bertindak sebagai perantara untuk menghubungkan pembeli dengan pemasok atau distributor yang sesungguhnya.
Ketika seseorang memesan melalui penjual, maka penjual akan langsung memesan barang tersebut ke pemasoknya dan meminta barang tersebut diantar langsung ke pembeli tanpa melalui penjual.
Dengan demikian, penjual tidak perlu repot menyimpan persediaan barang dan modalnya lebih kecil karena hanya membayar pemasok ketika ada pemesanan saja.
Namun penjual tetap mendapatkan keuntungan dari margin harga jual yang lebih tinggi dibanding harga beli dari pemasok.

Perbedaan Reseller dengan Dropship

  • Reseller menyimpan persediaan barang di gudangnya sendiri, sementara dropshipper tidak menyimpan persediaan barang karena barang akan langsung dikirim dari pemasok ke pembeli.
  • Modal yang dibutuhkan reseller lebih besar karena harus menyimpan persediaan barang, sementara dropshipper hanya membutuhkan modal yang kecil.
  • Risiko kerugian untuk reseller lebih besar jika barang tidak laku terjual, sementara dropshipper tidak menanggung risiko kerugian karena barang akan dikirim setelah ada pemesanan. 
  • Untuk reseller, ada biaya penyimpanan dan perawatan barang, sementara dropshipper tidak perlu biaya penyimpanan karena tidak menyimpan barang.
  • Reseller memiliki kendali lebih besar atas barang dan layanannya karena langsung berhubungan dengan konsumen, sementara dropshipper hanya berperan sebagai perantara.
  • Keuntungan reseller lebih besar dari margin antara harga beli dan jual, sementara keuntungan dropshipper hanya dari margin kecil antara harga beli dari pemasok dan harga jual ke konsumen.
Nah jadi itulah bedanya dropship dan reseller, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *